SYARAT TAMBAHAN SELEKSI CPNSD 2018

Usulan Pemkab Tanjabbar Ditolak Kemenpan RB


Rabu, 26 September 2018 - 22:42:41 WIB - Dibaca: 1504 kali

Pelamar CPNSD 2018 yang Difasilitasi BKSDM Tanjabbar pada Simulasi Try Out CAT di Jambi, Selasa Lalu.(hms/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Keinginan Pemkab Tanjabbar memprioritaskan putra dan putri Tanjabbar dalam seleksi CPNS 2018 ditolak Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Artinya, peluang warga dari luar Tanjabbar untuk mengisi formasi ASN di Tanjabbar terbuka lebar.

Sebelumnya, BKPSDM Tanjab Barat mengajukan syarat tambahan ke pusat, agar pelamar CPNSD melampirkan bukti Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Begitu juga adanya usulan jalur khusus untuk pelamar honorer K2, juga tidak disetujui Kemenpan RB.

Penolakan atas syarat tambahan ini dibenarkan Kepala BKPSDM Tanjabbar Encep Jarkasih dihubungi wartawan, Rabu sore.

Hanya saja, bagi pelamar asal Tanjabbar diberikan keistimewaan, dimana indek prestasi serendah-rendahnya 2,0. Sedangkan pelamar dari daerah lain, mutlak mengikuti syarat yang ditetapkan.

“Adanya usulan untuk memprioritaskan pelamar Tanjabbar ditolak Kemenpan RB, tapi IP pelamar asal Tanjabbar diberikan batas terendah 2,0, sedangkan batas IP terendah bagi pelamar dari daerah lain 2,6,” ujar Encep kepada wartawan.

Menurut data dari pihak  BKPSDM Tanjabbar, sampai Selasa (25/9), tercatat sebanyak 1.940 orang mendaftar sebagai peserta Try Out CAT. Antusiasme para pelamar tersebut bukannya tanpa sebab lantaran selain try out itu di adakan secara gratis, Pemkab Tanjab Barat juga menyediakan transportasi gratis dengan menyiapkan mobil bus milik pemkab untuk mengangkut peserta ke lokasi pelaksanaan try out yaitu di UPT BKN Provinsi Jambi.

Menurut panitia dari BKPSDM, awalnya pelaksanaan try out tersebut hanya akan dilaksanakan selama satu hari sesuai kesepakatan dengan pihak UPT BKN dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang saja. Namun melihat antusiasme para peserta, pihak BKPSDM, akhirnya menambah waktu pelaksanaan.

Sebelumnya diberitakan, dari Pemetaan Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSD) Tanjabbar, dibutuhkan sekitar 5.135 aparatur Negara untuk mengisi semua formasi di seluruh instansi.

Data ini dianalisasi sesuai kekosongan personil di posisi formasi yang ada saat ini, termasuk PNS yang pensiun karena habis masa jabatan, meninggal dunia maupun pensiun dini.

Angka ini akhirnya mengkerucut menjadi 530 sesuai kebutuhan formasi saat ini, setelah disesuaikan dengan ASN yang pensiun pada 2017. Setelah diusulkan ke pusat, bersamaan dengan formasi yang dibuka pada penerimaan CPNSD tahun 2018, akhirnya disetujui pusat menjadi 197 formasi.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement