Program NUSP Solusi Pengentasan Wilayah Kumuh di Kualatungkal


Selasa, 31 Januari 2017 - 13:42:28 WIB - Dibaca: 1478 kali

Kepala Satker Pembangunan Infrastruktur Pemukiman (PIP) Kabupaten Tanjabbar, Ria Sukrianto.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Kota Kualatungkal masuk dalam kategori kumuh, dengan luas areal yang terdata 115 hektare. Dari tujuh kategori wilayah kumuh, Kualatungkal tergolong klasifikasi berat.

Tujuh kategori kumuh yang menjadi tolak ukur diantaranya kepadatan bangunan, sampah, genangan air, limbah, sarana damkar dan lainnya.

Menurut Kepala Satker Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kabupaten Tanjabbar, Ria Sukrianto, masalah berat yang tengah diatasi di dalam kota adalah genangan air.

Melalui program Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP), pada tahun lalu telah digelontorkan pembangunan drainase di dalam kota. Program ini akan terus berlanjut pada tahun ini, difokuskan wilayah Kelurahan Tungkal II dan Tungkal III.

Pembangunan drainase, kata Ria, bertujuan untuk melancarkan sirkulasi air sehingga tidak tergenang lama di jalan.

“Setelah ada pembangunan drainase, kita lihat dampaknya, genangan cepat kering, dan sirkulasi air lancar. Bisa kita lihat sendiri,” tandas Kabid Cipta Karya Dinas PU Tanjabbar ini saat ditemui infotanjab.com, Selasa (31/1).

Di beberapa sudut kota, seperti di sekitar rumah sakit umum, kawasan Masjid Agung, STAI Jalan Bengkinang, genangan air masih belum lancar. Kata Ria, pembangunan drainase tahun ini akan difokuskan di kawasan yang masih banyak genangan air, terlebih di musim penghujan dan musim pasang.

“Memang untuk mengatasi genangan air, bukanlah hal yang mudah. Tapi perlahan akan kita atasi, dengan memperlancar sirkulasi di sejumlah titik,” jelasnya.

Disamping itu, melalui program NUSP ini, ada 15 desa di Tanjabbar yang juga kebagian program Pengolahan Air Minum Berbasis Masyarakat pada tahun ini. PAM berbasis masyarakat ini bisa berupa pembangunan sumur bor dan instalasi perpipaan.

“Kita akan lihat, di desa itu yang diperlukan apa, sumber air atau instalasinya, nanti ada konsultan dari pusat yang melakukan survei. Nanti akan dibentuk tim desa yang mengerjakannya. Anggaran juga langsung ke rekening pengelola di desa,” timpalnya Ria.

Melalui dua kegiatan pengentasan wilayah kumuh ini, diharapkan Kualatungkal akan lebih asri. Baik itu dari peningkatan drainase dan penyediaan air bersih di desa-desa.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement