Penyaluran CSR Tidak Transparan, Bupati Ancam Audit Perusahaan di Tanjabbar


Kamis, 21 April 2016 - 11:36:25 WIB - Dibaca: 2062 kali

Bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial MS.(dok/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Penyaluran program  Corporate Social Responsibility (CSR) yang menjadi kewajiban perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dianggap tidak transparan. Terkait hal ini, Pemkab Tanjabbar mulai menanggapi secara serius.

Salah satu perusahaan yang mendapat sorotan serius yakni PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (LPPPI) yang beroperasi di Kecamatan Tebing Tinggi(Tungkal Ulu).

Perusahaan ini tercatat jika pada tahun2015 lalu, jumlah CSR yang disalurkan mencapai Rp 850.813.692. Hal ini sesuai dengan data yang diterima dari Badan Perencanaan Pembangunan dan Penanaman Modal(Bappemdal) Tanjabbar. 

Namun, Pihak LPPPI mengklaim telah menyalurkan CSR Rp 1,2 milyar pada tahun 2015 lalu, bukan Rp 850.813.692yang disebutkan pihak Bappemdal.

Moris, Humas PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (LPPPI) selaku bagian penyaluran CSR dalam hal ini mengatakan jika pihaknya pada tahun2015 lalu telah menyalurkan dana CSR sebesar Rp 1,2 milyar. Data ini sesuai dengan proposal yang diterima dari masyarakat.

"Kita hanya menyalurkan, Kalau masalah jumlah, berapa biaya operasional perusahaan, itu kewenangan Dewan Direksi," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial MS kepada wartawan mengatakan, bukan hanya perusahaan LPPPI saja yang harus menyalurkan CSR, namun seluruh perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat harus transparan menyalurkan CSR.

"Kalau mereka tidak mau transparan saya akan menggaet BPKP untuk mengaudit," tegas Bupati.

" Transparan sajalah, Jangan sampai nanti kita benar-benar melakukan tindakan," ujar Bupati. 

Soal PT LPPPI, Bupati mengatakan  perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang selalu meraih untung besar, dikarenakan menggunakan rupiah untuk pembayaran tenaga kerja, namun menjual produk dengan dolar.

"Kita ini sebetulnya mungkin bodoh, Namun jangan mereka membodoh-bodohi. Jadi apapun semua perusahaan di Tanjabbar kita minta untuk transparan, sebelum kita menggunakan cara audit." Tegasnya. (*)‎

Penulis : Sony

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement