SAROLANGUN - Anjloknya harga komoditi karet di Kabupaten Sarolangun berdampak pada perekonomian masyarakat. Karet yang hanya dihargai Rp 6.000 untuk per kilonya tak mampu memenuhi kebutuhan petani sehari-hari.
Hal itu dirasakan warga Desa Pulau Buayo Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun yang terpaksa banting setir, dan mencari pekarjaan lain sebagai pendulang emas tradisional.
Sakinah salah satu warga mengaku harus menyelam hingga ke dasar sungai, untuk mengambil pasir yang kemudian didulang dengan peralatan seadanya.
"Iya mau gimana lagi bg, kalo dak kayak gini kami dak biso beli beras, dan bayar keperluan sekolah anak," ungkap sakinah Selasa, (3/9/19).
Dirinya juga mengatakan, dalam satu hari dengan mendulang emas, hanya mampu memperoleh Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu per harinya, namun tak jarang mereka pulang dengan tangan hampa.
"Kalau lagi ada rezeki kadang dalam sehari bisa dapat uang Rp 90.000, dari mendulang," katanya lagi.
Warga berharap pemerintah menanggapi serius harga dengan anjloknya harga komoditi karet yang menjadi mata pencarian kebanyakan warga di Kabupaten Sarolangun.(*/Hendri)
Editor : It Redaksi
TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hamdani, S.E., menghadiri undangan persiapan pengamanan yang digelar secara virtual dari Mabes Polri pada
TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E., menghadiri sekaligus menyambut kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) X
TANJABBAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Paripurna Pertama Tahun 2026. Rapat paripurna tersebut dipimpi
TANJABBAR – Dalam rangka Safari Ramadhan Anggota DPR RI Syarif Fasha ke Kabupaten Tanjabbar, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Bara
JAKARTA – Memastikan penyelesaian konflik tapal batas antara Kabupaten Tanjabbar dan Tanjabtim, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani turut mendampingi Wakil Bupati Ta