Dari Januari 2020, Ada 23 Kasus Lakalantas di Tanjabbar


Selasa, 30 Juni 2020 - 13:43:50 WIB - Dibaca: 787 kali

Ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Dalam enam bulan terakhir, sedikitnya ada 23 kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tanjabbar. Dari kasus ini, korban lakalantas didominasi pelajar.

Hal ini sesuai dengan data di Satlantas Polres Tanjabbar. Kapolres Tanjabbar melalui Kasat Lantas Iptu Eko Suyoto membenarkan korban lakalantas rata-rata berusia 18 tahun kebawah.

" Kecelakaan di Tanjabnar di dominasi oleh anak dibawah umur atau anak sekolah. Para korban tersebut rata terlalu mengedepankan ego dalam berkendara. Memaksakan diri dalam berkendara misalnya mau memotong tapi tidak tekejar nah ini terkesan memaksakan atau mutar balik,"kata Kasat Lantas, Selasa (30/6/2020)

Eko menyebutkan, kecelakaan itu di dominasi di wilayah Lintas Timur yang berada di kawasan Merlung dan sekitarnya. "Lintas Timur itu ada sekitar 18 kasus dalam Januari sampai Juni 2020 ini," ujarnya.

Kemudian disusul dengan Kota Kualatungkal dengan jumlah maka lantas sekitar empat kejadian. "Kota Kualatungkal 4 dan jalan lintas Jambi - Tungkal satu kasus," ujarnya.

Dia merincikan, lakalantas yang terjadi pada bulan Januari 2020 , sebanyak empat kasus kecelakaan dengan korban meninggal dua orang, dua luka berat dan luka ringan sebanyak 13 orang. "Kerugian materi Rp 28 jutaan,"sebutnya.

Sedangkan untuk Februari 2020 terdapat enam kasus dengan rincian korban meninggal sebanyak satu orang, luka berat dua orang dan luka ringan sebanyak 12 orang. Kerugiannya sekitar Rp 35,2 juta.

Maret 2020 terdapat empat kasus laka lantas dengan korban meninggal dua orang, luka berat satu orang dan luka ringan sebanyak empat orang. Kerugian material sekitar Rp 32,5 juta.

Untuk April sendiri pihaknya mencatat terdapat enam kasus dengan rincian korban meninggal dua orang, enam luka berat dan sembilan orang luka ringan. Kerugian material Rp 99, 5 juta.

Eko menambahkan sedangkan untuk bukan Mei sendiri terdapat dua kasus. Dari jumlah ini hanya terdapat luka ringan dengan kerugian mencapai Rp 3,4 juta.

Di bulan Juni sendiri, terdapat satu kasus dengan rincian satu korban luka berat sedangkan untuk luka ringan tidak ada. Kerugian material sekitar Rp 15 juta.

"Total selama Januari sampai Juni terdapat kerugian material sekitar 213, 6 juta,"katanya.

Kasat menyebut, lakalantas yang terjadi di Tanjabar ini disebabkan faktor kelalaian manusia atau kecerobohan manusia. Sedangkan untuk faktor alam seperti jalan rusak dan markah jalan atau yang lainnya tidak ada. (*/Adk)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement