Belum Selesai, Proyek dari Bank Dunia Ini Malah Disorot


Rabu, 19 Oktober 2016 - 20:15:20 WIB - Dibaca: 4369 kali

Contoh Papan Merk dari Proyek NUSP di Lokasi Lain di Kualatungkal.(Herjulian/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Unik, belum rampung dikerjakan, proyek drainase yang dilaksanakan oleh PT Krakatau Bumi Kalasan kian gencar disorot.

Pasalnya pekerjaan yang bersumber dari pinjaman Asian Develpment Bank (ADB) dari kegiatan Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) fase 2 ini dinilai tidak transparan.

Sorotan ini dilontarkan Anand Viqriza, salah satu tokoh pemuda Tanjab Barat. Dirinya menilai, megaproyek ini terkesan tidak memiliki pola dalam pekerjaannya.

"Bisa kita lihat pekerjaan yang ada, belum selesai di jalan ini, dibobok lagi di lokasi lainnya, bahkan bahan material pekerjaan berserakan dimana-mana. Sehingga hal ini mengganggu aktivitas di jalan raya. Belum lagi debu serta lumpur kotor yang bergelimpangan di sekitar rumah warga yang kena dampak dari pekerjaan ini," paparnya saat ditemui infotanjab.com, Rabu (19/10).

Selain itu dirinya juga menyayangkan, tidak ada data secara detail berapa volume dari pekerjaan drainase ini.  Menurut Anand, di beberapa lokasi yang mendapatkan bantuan pekerjaan dari pinjaman ADB ini selalu mencantumkan volume pekerjaan serta nominal dari pekerjaan tersebut.

"Bisa kita lihat pekerjaan untuk di Kelurahan Sriwijaya yang sumber dananya sama. Ada 4 lokasi di 4 Rt yang berbeda, semua mencantumkan volume pekerjaan, serta nilai dananya. Kenapa drainase ini tidak ada dicantumkan oleh pihak pelaksana," tutur Anand.

Dirinya juga mempertanyakan kualitas adukan semen coran yang dikerjakan oleh pihak pelaksana.

"Kualitas adukan semen ini masuk kategori apa? Apakah K-125 atau K-250, tolong dijelaskan kepada masyarakat. Sehingga nantinya kualitas pekerjaan yang dihasilkan tidak sia-sia, apalagi kondisinya coran selalu tergenang air. Sementara baru dalam waktu 3 hari selesai pengecoran papan mal sudah dicabut," sambung pria yang akrab disapa Aan Botak ini.

Meskipun dirinya kritis dalam menyikapi pekerjaan yang ada, namun dirinya mengaku sangat senang dengan adanya bantuan dari pinjaman ADB ini. Terlebih saat Tanjab Barat mengalami defisit anggaran, sehingga beberapa program khususnya untuk pembangunan infrastruktur bisa terbantu.

Hanya saja, dirinya tidak ingin alokasi dana dari ADB ini dikerjakan asal-asalan, sehingga dampaknya kelak akan berpengaruh bagi daerah.

"Ya kalau kerjanya asal-asalan bagaimana pihak luar bisa terima, takutnya nanti daerah kita dicap oleh pihak luar, selalu mengerjakan proyek dengan asal-asalan saja. Kedepannya kitapun bakal kesulitan untuk mendapatkan bantuan dari pihak luar,” ujar Anand.(*)

Penulis : Herjulian




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

?TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang di

Advertorial

Memprihatinkan, Bupati Tanjabbar Bantu Pembangunan di Madrasah Syuhada UI Imam Desa Adi Purwa

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung kondisi Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman di Desa Adi Purwa, Kecamata

Advertorial

Tinjau Pekerjaan Jalur 2 Merlung, Bupati Minta Camat dan Warga Awasi Kendaraan Melebihi Tonase

TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau pekerjaan peningkatan jalan jalur dua Merlung, Jumat 12 Juni 2026. Sebelumya, jalur ini

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Apbd 2025

TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Paripurna Perta

Advertorial

1 Muharram 1448 H, Bupati Anwar Sadat Hadiri Haflah Tasyakur Al Baqiyatush Shalihat

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat,

Advertorial


Advertisement