9 Ibu Hamil di Tanjabbar Menderita Hepatitis B


Kamis, 04 Juli 2019 - 13:05:08 WIB - Dibaca: 1043 kali

Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit , P2P dr Johanes J Sitorus / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar menemukan 9 penderita Hepatitis B pada ibu hamil. Penderita ini sempat terdeteksi di lima puskesmas di Kabupaten Tanjabbar.

Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Tanjabbar melalui Bidang Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P), bahwa ibu hamil pengidap Hepatitis B ini sempat ditangani di Puskesmas I Kualatungkal, Puskesmas Pijoan Baru Tebing Tinggi, Puskesmas Purwodadi dan Puskesmas Lubuk Kambing Kecamatan Renah Mendaluh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar melalui Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit , P2P dr Johanes J Sitorus mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap penderita dan calon bayinya. Tak hanya itu, evaluasi serta penanganan dini juga dilakukan terhadap lingkungan sekitar penderita.

"Sembilan ibu hamil yang menderita Hepatitis B ini adalah data di triwulan pertama yang kita temukan dari 700 ibu hamil yang diperiksa. Sudah kita evaluasi dan pantau perkembangan. Kita juga menghimbau agar membatasi kontak person dengan keluarga melalui alat makan dan sebagainya. Karena ini cenderung menular," ujar Johanes.

Diakui dia, penanganan hepatitis ini menjadi program rutin setiap tahun. Mulai dari pemberian vaksin kepada Bayi (HB 0), ibu hamil (vaksin HBIG) dan anak sekolah.

Sementara, keadaan darurat penanganan hepatitis belum ada intruksi pusat melalui surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI.

"Kita masih lakukan protap, meski surat edaran menteri belum ada. Karena kasus ini hanya mencolok di Pulau Jawa, di daerah kita belum ada yang terlalu signifikan," kata dia.

Untuk diketahui, kata Johanes, Hepatitis B penularannya cukup cepat, terutama melalui air liur yang terkontaminasi melalui alat makan. Hepatitis B bisa terjadi jika penderita memiliki riwayat hepatitis A.

Ditambahkannya, sembilan pengidap Hepatitis ini sebagian sudah diberikan pencegahan untuk dirawat di Puskesmas, sebagian di rumah sakit.

"Ya kita pantau terus, jangan sampai terus meluas penyebarannya, apalagi naik ke level Hepatitis C. Kalau sudah di stadium ini sulit untuk ditangani," bebernya.

Selain ibu hamil, sebanyak 2.349 bayi berusia 0 sampai 7 hari telah diberikan vaksin HB0, yang tersebar di 16 puskesmas di 13 kecamatan.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement