Strategi Penyelidikan dan Pengamanan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Provinsi Jambi


Jumat, 14 November 2025 - 11:10:02 WIB - Dibaca: 414 kali

Wadir Intelkam Polda Jambi AKBP Syafii Bagus Santoso S.I.K., M.H. / HALOSUMATERA.COM

JAMBI – Alokasi pupuk subsidi di Provinsi Jambi perlu mendapat pengawasan yang ekstra, agar tidak diselewengkan oleh oknum tertentu. Diperlukan strategi yang jitu dan membangun sinergitas penyelidikan dan pengamanan distribusi pupuk bersubsidi di wilayah hukum Polda Jambi. Tujuan besarnya adalah mewujudkan Industri Pangan Nasional.

Hal ini dikatakan Wakil Direktur Intelkam Polda Jambi AKBP Syafii Bagus Santoso, S.I.K., M.H saat berbincang dengan halosumatera.com, Jumat (14/11/25).

Secara Nasional, alokasi pupuk pada tahun 2024 mencapai 9,55 juta ton, dan untuk alokasi Provinsi Jambi tahun 2023 mencapai 44,215 ton, tahun 2024 meningkat menjadi 52,667 ton dan bertambah di tahun 2025 di angka 54, 017 ton.

Menurut Syafii Bagus, permasalahan yang menjadi perhatian saat ini adalah penyalahgunaan distribusi pupuk oleh pihak yang tidak berhak. Disamping itu kurangnya pengawasan dalam distribusi pupuk, ketidak seimbangan distribusi pupuk antar daerah. Selain itu, data dan administrasi yang tidak akurat.

Untuk itu, Syafii memiliki gagasan, bahwa perlunya memastikan penyelidikan dilakukan secara professional dan efektif untuk mengungkap penyalahgunaan pupuk bersubsidi. “Tujuan lainnya untuk menjaga kamtibmas di wilayah hukum Plda Jambi melalui pengamanan yang efektif,” ujar AKBP Syafii Bagus Santoso.

Dikatakan dia, strategi ini tidak berjalan efektif tanpa adanya sinergitas dengan stakeholder terkait. Tentunya diperlukan kolaborasi yang kuat antara jajaran Polda Jambi, Gubernur Jambi, Kadis Pertanian, PT Pupuk Wilayah Provinsi Jambi. Disamping itu perlunya dukungan dari media massa, akdemisi, LSM/Ormas, asoasiasi petani, asosiasi distributor pupuk.

Diharapkan dengan strategi ini, lanjut Syafii, akan terlaksananya kemintraan BUMDES dan koperasi sebagai penyalur resmi serta pembangunan teknologi terintegrasi antar stakeholder.

Bagus menyampaikan beberapa slogan terkait pengawasan pupuk bersubsidi, diantaranya “PUPUKKU” kepanjangan dari Pupuk Berkualitas Petani Kuat, Keluarga Sejahtera. Kemudian TEPAT, kepanjangan dari Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Pupuk Bersubsidi untuk Petani, dan SINPAN (Sinergi Pupuk Pangan).(*)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Hadir di Rakor Lintas Sektoral, Hamdani: Dukung Kelancaran Operasi Ketupat 2026

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hamdani, S.E., menghadiri undangan persiapan pengamanan yang digelar secara virtual dari Mabes Polri pada

Advertorial

Ketua DPRD Hamdani Turut Sambut Kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E., menghadiri sekaligus menyambut kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) X

Advertorial

DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati 2025

TANJABBAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Paripurna Pertama Tahun 2026. Rapat paripurna tersebut dipimpi

Advertorial

Wakil Ketua II DPRD Tanjabbar Dampingi Fasha Safari Ramadhan, Berikan Santunan ke Panti Asuhan

TANJABBAR – Dalam rangka Safari Ramadhan Anggota DPR RI Syarif Fasha ke Kabupaten Tanjabbar,   Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Bara

Advertorial

Ketua DPRD Tanjabbar Dampingi Wabup Rapat Penyelesaian Tapal Batas di Kemendagri

JAKARTA – Memastikan penyelesaian konflik tapal batas antara Kabupaten Tanjabbar dan Tanjabtim, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani turut mendampingi Wakil Bupati Ta

Advertorial


Advertisement