Pandemi Covid-19, Banyak Ditemukan Penderita Gangguan Jiwa di Kota Jambi


Jumat, 05 Februari 2021 - WIB - Dibaca: 781 kali

Sejumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tampak dibina dan diinapkan di ruang isolasi yang berada dilingkungan Kantor Dinas Sosial Kota Jambi. (*/dok) / HALOSUMATERA.COM
HALOSUMATERA.COM- Di masa Pandemi Covid-19 ini, ternyata banyak ditemukan penderita gangguan jiwa di Kota Jambi.
 
Pengamatan halosumatera.com, Kamis (04/02/21) di Kantor Dinas Sosial Kota Jambi, ada 4 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berada diruang isolasi.
 
Mereka dibina dan diinapkan di ruang isolasi yang berada dilingkungan Kantor Dinas sosial Kota Jambi tersebut.
 
Sekretaris Dinas Sosial Kota Jambi, Hasya Yanto mengatakan, 4 orang ODGJ ini diamankan berdasarkan laporan masyarakat melalui Call center 112. Mereka diamankan dari berbagai wilayah di Kota Jambi, diantaranya di kawasan pasar Kebun Handil, Persijam dan Ancol Kota Jambi.
 
"Kita amankan di kantor dulu. Karna sebelum kita mengantar ke Rumah Sakit Jiwa Jambi, mereka harus di Rapid Test dulu. Jika hasilnya non reaktif baru kita 
assessment ke Rumah Sakit Jiwa,"kata Hasya Yanto, Kamis (04/02/21).
 
Dijelaskan Hasya, saat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi nanti, ODGJ ini juga akan kembali dinilai atau di assessment oleh pihak RSJ Jambi.
 
"Di Rumah Sakit Jiwa pun kalau dia tidak lulus assessment, dia dilepas lagi. Dianggap tidak masuk kriteria. Tapi kalau lulus assessment ODGJ ini di masukan ke rumah sakit jiwa, mendapatkan perawatan dan disehatkan kejiwaannya,"tuturnya.
 
Hasya Yanto menyebutkan, ODGJ ini ada yang memiliki keluarga dan ada juga yang tidak memiliki keluarga alias terlantar.
 
Selama tahun 2021, lanjut Hasya, Dinas Sosial Kota Jambi telah melakukan pembinaan terhadap 10 orang yang mengalami ganguan jiwa.
 
Dari 10 kasus tersebut, 6 diantaranya  lulus assessment dan telah dirawat di RSJ Jambi, sementara 4 ODGJ lainnya  dibina di kantor Dinas Sosial.
 
Penderita gangguan jiwa di masa Pendemi Covid-19 ini diduga disebabkan oleh faktor prustasi dan kurangnya kasih sayang dari pihak keluarga.
 
"Mereka perlu kasih sayang, perlu perhatian dari keluarga. Ini kan pada umumnya mereka orang orang kecewa dan prustasi. Kedepan kami harapkan dari masyarakat agar dapat menjaga keluarganya, dan dari kami pemerintah akan giat bekerja untuk meng-nol-kan, agar jangan ada ODGJ lagi,"pungkasnya. (*/Eko)



Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement