KONFLIK LAHAN PLASMA KELAPA SAWIT

Masyarakat Tungkal Ulu Ancam Duduki Pabrik PT CKT


Rabu, 14 November 2018 - 19:14:52 WIB - Dibaca: 1697 kali

Aksi Unjuk Rasa Masyarakat Tungkal Ulu yang Bersengketa dengan PT CKT, Rabu pagi (14/11).(ist/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Masyarakat Tungkal Ulu yang tergabung dalam Koperasi Desa Unit Tungkal Ulu melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Tanjabbar, Rabu (14/11). Mereka menuntut lahan plasma seluas 1.326 diduga dikuasai PT Citra Koperasindo Tani (CKT) segera dikembalikan.

Tak tanggung-tanggung, ratusan pendemo ini mengancam akan menduduki lahan pabrik kelapa sawit tersebut. Dua tahun bergulir sejak Desember 2016 lalu, upaya mediasi dengan pihak perusahaan menemui jalan buntu hingga hari ini.

"Kami akan duduki lahan jika tidak ada penyelesaian. Kami minta kembalikan ratusan hektare lahan plasma. Termasuk soal HGB perusahaan silakan pemkab cek. Segel perusahaan," kata perwakilan pengunjuk rasa, Amrizal, di Gerbang Kantor Bupati Tanjab Barat, Rabu (14/11).

Amrizal menyebutkan, masyarakat meminta pengembalian kekurangan lahan plasma seluas 857 hektare yang menjadi hak petani. Selain itu, perluasan lahan seluas 469 hektare segera dikembalikan.

"Dua tahun sudah kami bersabar. Kalau ini diulur-ulur sama dengan menelantarkan masyarakat. Kalau perusahaan membangkang ke pemerintah cabut saja izinnya. Jangan sampai pemerintah dan perusahaan dinilai sama saja," timpal pendemo lainnya.

Menanggapi tuntutan ratusan pendemo yang terdiri dari masyarakat Tungkal Ulu yang tergabung dalam Koperasi Desa Unit Tungkal Ulu, Asisten Pemerintahan Pemkab Tanjab Barat, Hidayat mengatakan dalam tempo waktu sepekan segera memanggil pihak perusahaan PT CKT.

"Kita tampung semua aspirasi dengan kepala dingin.  Kami juga tidak mau main-main urusan masyarakat. Kami minta CKT juga proaktif perusahaan mau duduk bersama. Selama satu minggu kedepan kami mulai bicarakan," kata Asisten I, Hidayat.

Perihal Hak Guna Bangunan (HGB)  perusahaan, Hidayat mengakui jika pemkab tidak pernah tahu soal ini, apalagi perusahaan disebut-sebut tidak memiliki HGB.

"Ini kami catat. Segera kami undang pihak perusahaan. Pemerintah pasti membela masyarakat," ujarnya.

Sementara dari pihak PT CKT belum berhasil dikonfirmasi penjelasan terkait tuntutan ratusan pendemo. (*/hky)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Posisi Polri Dibawah Presiden Sudah Sesuai Dengan Struktur Pemerintahan Indonesia

Oleh : Dr. Nuraida Fitri Habi, S.Ag, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah UIN Jambi Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) adalah lembaga negara yang bertanggun

Opini

Pastikan Keamanan Ibadah, Polres Tanjab Barat Kawal Pesta Perak 25 Tahun HKBP Simpang Rambutan

TANJAB BARAT – Jajaran Polres Tanjung Jabung Barat melaksanakan pengamanan ketat pada kegiatan Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Gereja Huria Kristen Batak Protes

Advertorial

Kapolda Jambi Dianugerahi Gelar Adat Adipati Utamo Siginjai Sakti

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G

Berita Daerah

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal


Advertisement