Kontroversi Penamaan RSUD Merlung, Kemas: Harusnya Dipakai Nama Pahlawan


Kamis, 09 Januari 2020 - 14:29:38 WIB - Dibaca: 1864 kali

Bupati Tanjabbar Tinjau Pembangunan Rumah Sakit Merlung Beberapa Waktu Lalu.(*/net) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Kontroversi penamaan RSUD Merlung Suryah Khairuddin viral di media sosial. Sejumlah pihak menilai penamaan RSUD Merlung itu tidaklah tepat. Paling tidak, nama yang dipakai adalah tokoh ataupun nama pahlawan yang berasal dari Merlung.

Salah satu Pemerhati Sosial Budaya, Kemas Azhari, menilai nama RSUD Merlung yang dipakai saat ini kuranglah tepat.

"RSU Merlung mesti nama pahlawan. Kami berharap rumah sakit di Merlung itu bernama Amir Aida. Dua nama ini adalah anak dari pahlawan yang telah gugur akibat dahsyatnnya Bom Tentara Belanda Agresi ke Il pada tahun 1949 yang makamnya sekarang berada di tengah Desa Merlung di Jalan Amir Aida," kata Kemas Azhari.

Dia mengisahkan, kedua tokoh ini tewas menyedihkan, dalam serangan penjajah Belanda.

Aida adalah anak dari Muhammad Thayib Fachruddin dan Amir adalah anak dari keluarga Almarhum Abah Amir Bin Zakaria. Kedua tokoh ini adalah Pejuang Merlung.

"Kala itu Amir datang ke Merlung karena dia rindu dengan ayahnya yang sedang ditahan Belanda di Kualatungkal. Dalam tragedi Bom itu Amir terkena di bagian perutnya dan Aida terkena di kedua bagian kakinya patah," kata Kemas sembari mengupas sejarah kedua tokoh itu.

Dilanjutkan dia, di era Presiden RI ke dua H M. Soeharto, Ibu Raden Ayu Siti Hartinah atau lebih dikenal dengan Ibu Tien Soeharto, sempat menulis surat kepada Dinas sosial Provinsi Jambi untuk merenovasi makam Amir Aida. Sayangnya, sampai saat ini belum ada sentuhan dari tangan pemerintah. Putri cilik yang berusia 9 tahun ini gugur terkena bom.

" Ini semua terjadi berkat Perjuangan ayahnya MT Fachruddin dan Abah Zakari melawan penjajah Kolonial Belanda," kata Kemas.

Terkait penamaan rumah sakit yang dibiayai anggaran daerah, Kemas menyampaikan aspirasi dari berbagai berbagai sumber, bahwa pemberian nama RSU Merlung diharuskan menggunakan nama Pahlawan setempat. "Kemerdekaan RI berkat perjuangan para Pahlawan. Sudah semestinya menggunakan nama Pahlawan, guna menghargai jasa para pahlawan yang gugur berkorban demi bangsa dan negara," tutur dia.

Soal adanya dua RSUD dalam satu kabupaten, Kemas tak berkomentar lebih jauh. " Kalau soal terpisah dengan RSUD KH Daud Arif itu saya kurang tahu. Yang jelas lebih baik nama fasilitas yang dibangun dengan APBN atau APBD menggunakan nama-nama pahlawan Nasional sesuai tempat bersejarah di masing-masing daerah," ujarnya.

Terpisah, Direktur BLUD RSUad Daud Arif dr H Elfry Syahril membenarkan jika RSUD Merlung bukan bagian dari RSUD Daud Arif.

" Tersendiri dindo. Dak ada sangkut paut dengan RS Daud Arif," katanya melalui pesan singkat, Kamis (9/1/20).(*/Andri Damanik)

 

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

?TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang di

Advertorial

Memprihatinkan, Bupati Tanjabbar Bantu Pembangunan di Madrasah Syuhada UI Imam Desa Adi Purwa

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung kondisi Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman di Desa Adi Purwa, Kecamata

Advertorial

Tinjau Pekerjaan Jalur 2 Merlung, Bupati Minta Camat dan Warga Awasi Kendaraan Melebihi Tonase

TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau pekerjaan peningkatan jalan jalur dua Merlung, Jumat 12 Juni 2026. Sebelumya, jalur ini

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Apbd 2025

TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Paripurna Perta

Advertorial

1 Muharram 1448 H, Bupati Anwar Sadat Hadiri Haflah Tasyakur Al Baqiyatush Shalihat

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat,

Advertorial


Advertisement