MENUJU BH 1 EZ

Khawatir Pilkada Tanjabbar Tertunda


Selasa, 28 April 2015 - 17:29:23 WIB - Dibaca: 1904 kali

Ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Sejumlah warga di Kabupaten Tanjabbar khawatir Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dihelat Desember mendatang bakal tertunda. Pasalnya, sejumlah bakal calon bupati belum menunjukkan keseriusannya untuk memperebutkan kursi BH 1 EZ.

Catatan Infotanjab.com, hanya Safrial yang terlihat sungguh-sungguh mengikuti perhelatan demokrasi pada Desember mendatang. Tim dari kabupaten hingga ke desa-desa sudah terbentuk.

Sementara figur lainnya, seperti Mukhlis M Si dan Mukri masih terlihat ragu. Mukhlis malah mengikuti tes Pejabat Eselon I di Kementerian Desa, Perbaikan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Dia juga masih terlihat ragu, apakah memilih untuk maju sebagai calon bupati atau melanjutkan kariernya di Kementerian Desa.

“Semuanya sedang berproses, kita tunggu saja sampai bulan depan. Karena kita masih menunggu keputusan MK terkait aturan PNS yang ikut pilkada,” ujar Mukhlis baru-baru ini dikonfirmasi infotanjab.com.

Sedangkan Mukri, Kadispenda Tanjabbar sedikit mengalami kendala, lantaran belum satupun partai politik yang condong untuk mengusungnya maju Pilkada mendatang.

Namun, hal ini dibantah Kordinator Tim Relawan Mukri, Aan. Kata Aan, bakal calon bupati itu sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol. Dia juga membantah, Mukri mengumpulkan KTP untuk maju melalui jalur independen.

Di pihak lain, sejumlah parpol juga malah menjagokan kader dari internal, sepertihalnya Partai Gerindra dan PAN.Gerindra dikabarkan mengutus kader sendiri, yakni Faisal Riza dan Muhammadiyah. Sedangkan PAN, muncul nama Suhatmeri SH yang dijagokan untuk maju pada Pilbup mendatang.

Salah satu Pemerhati Politik Tanjabbar, Mardan Hasibuan, mengaku khawatir jika Pilkada tahun ini akan tertunda. Menurut dia, sejauh ini sangat minim figur yang serius untuk maju pada bursa pilkada mendatang.

“Kabupaten sebesar ini sangat minim figur yang serius maju Pilkada. Ini sangat disayangkan. Saya melihat baru satu kandidat yang serius maju,” kata Mardan.

Mardan meminta kepada sejumlah parpol untuk menunjukkan eksistensinya dalam memilih kader-kader potensial pada perhelatan demokrasi Desember mendatang.

“Kalau sampai Pilkada tertunda saya pastikan, demokrasi di Tanjabbar dianggap gagal,” tutur pria berdarah Batak ini.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement