Ini Pandangan Fraksi terhadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2015


Rabu, 27 Juli 2016 - 12:46:01 WIB - Dibaca: 1756 kali

Riano Jayawardhana, dari Fraksi Restorasi Keadilan menyerahkan Pandangan Umum Fraksi pada Pimpinan Sidang Paripurna, Senin lalu. (rambe/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL -  Sejumlah Fraksi di DPRD Kabupaten Tanjabbar menyampaikan Pandangan Umum terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tanjabbar tahun 2015, Senin (25/7). Paripurna tersebut dihadiri langsung Bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial MS dan Forkompimda Tanjabbar.

Fraksi Gerindra, misalnya, menyetujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2015 untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Sementara Fraksi lainnya, menyampaikan beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti oleh eksekutif.

Seperti halnya Fraksi PDI- P, menyarankan kepada Dispenda meningkatkan pendapatan daerah terutama dari sector Galian C. Kendati demikian, Fraksi PDI-P menyetujui untuk dibahas ke tingkat yang lebih tinggi.

Sementara Fraksi Golkar meminta kepada Bupati agar benar-benar serius melakukan pengawasan pengelolaan keuangan melalui SKPD yang ada. Sehingga pelayanan terhadap masyarakat lebih maksimal.

Kedepannya, Pemkab diharapkan memperhatikan infrastruktur jalan dan jembatan. Mengenai aset daerah, Fraksi PDIP menyampaikan agar pemkab menangani temuan aset.

Selanjutnya, Fraksi PAN yang disampaikan Samsul Alan menganjurkan kepada Pemkab untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Mengenai potensi PAD, Pemkab diminta menghitung ulang sumber minyak dan gas bumi yang dikelola PetroChina, mengkaji kembali perda CSR. Disamping itu, Pemkab diminta agar dapat memerhatikan pendidikan.

Begitu juga dengan Fraksi PKB, merespon sekali temuan terhadap pelaksanaan APBD 2015 dan memberikan saran pada tahap selanjutnya.

Fraksi Demokrat – Hanura, yang disampaikan Jamal Darmawan Sie, menyinggung soal laporan keuangan atas pemeriksaan BPK RI. Fraksi Demokrat - Hanura banyak menemui kejanggalan terhadap satu aset dokumen yang tidak lengkap sehingga tidak dapat ditelusuri.

“Terjadi kekurangan kas penyetoran. Pada SKPD, adanya kewajiban. Yang timbul Rp 14 milyar lebih kepada pihak ketiga,” ujar Jamal.

Sementara itu, Pandangan Umum dari Fraksi Restorasi Keadilan yang disampaikan Riano Jayawardana, menyoroti realisasi anggaran 2015 yang mengalami penurunan 0, 85 persen. Grafik pendapatan daerah masih bergantung pada dana pusat.

“Jika dibandingkan penerimaan realisasi 2014, maka perlu dilakukan evaluasi kinerja kedepan. Mengenai Pemeriksaan BPK yang memuat opini tidak mengatakan pendapat (disclaimer), menjadi tolak ukur menurunnya pengelolaan keuangan daerah,” kata Riano.(*)

Penulis : Rambe

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement