Dinilai Stagnan, Program Konversi Minyak ke Gas bagi Nelayan Akan Dikaji Ulang


Senin, 10 Oktober 2016 - 13:25:00 WIB - Dibaca: 1311 kali

ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Program konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas bagi nelayan di Tanjabbar akan dievaluasi kembali. Hal ini dikatakan langsung Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tanjabbar, Ir Zabur Rustam kepada wartawan, baru-baru ini.

Untuk diketahui, Pilot Project Penggunaan LGV yang telah di resmikan Wakil Kementerian ESDM Susilo Siswoutomo pada 2013 silam tidak berkelanjutan.

"Akan kita cek kembali‎. Kita lihat dulu dimana persoalannya," ungkap Zabur belum lama ini.

Zabur akan mendata kembali, apakah alat tersebut memang dibutuhkan nelayan di Tanjabbar atau sebaliknya.

"Informasinya, konverter kit yang dibagikan itu ada masalah. Kita akan cek itu," sebutnya singkat.

Beberapa tahun silam, pemerintah meresmikan peluncuran penggunaan LGV untuk Kapal Nelayan di Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Susilo Siwoutomo Wakil kementerian ESDM yang datang ke Tanjab Barat memberikan bantuan 300 konverter kit, konversi BBM ke BBG untuk nelayan.

Kebutuhan konverter kit untuk nelayan di Tanjabbar saat itu mencapai 1.477 unit. Pembagian konverter kit sebanyak 300 konverter dari Kementerian ESDM akan dibagikan secara bertahap sedangkan 200 konverter kit dari PetroChina dibagikan secara langsung.

"Kalau 300 dari kami, 200 dari Petro China, sisanya 900-an lagi. Saya minta SKK Migas tolong usahakan untuk membagi 300 konveter kit, sisanya yang 600 konverter kit akan dicarikan oleh pemda setempat," ujar Wamen ESDM, dalam siaran persnya, tiga tahun silam, Senin (8/7/2013).

Susilo mengatakan, Konversi BBM ke BBG merupakan program prioritas Nasional. Pemerintah akan terus melaksanakan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Pemanfaatan energi saat ini masih sangat tergantung kepada minyak bumi, ketergantungan yang tinggi terhadap minyak bumi sangat membahayakan karena selain ketersediaanya terbatas dan semakin sulit dicari harganya terus meningkat.

“Pemanfaatan minyak bumi juga memberatkan anggaran negara karena besarnya subsidi yang diberikan. Karena itulah konversi BBM ke BBG merupakan sebuah solusi,” kata Susilo.(*/son)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement