EDITORIAL INFOTANJAB - ROBINSON SIMANJUNTAK

Dewan yang Dulu Beda dengan Dewan Sekarang


Senin, 09 Maret 2015 - 19:56:33 WIB - Dibaca: 2586 kali

Anggota DPRD Kabupaten Tanjabbar (dok/IT) / HALOSUMATERA.COM

BEBERAPA surat kabar daerah dan media online menyoroti perjalanan Dinas kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjab Barat keluar daerah Provinsi Jambi yakni, NTB, Bali, Pekan Baru dan Kepri pada minggu kedua November 2014. Dalam kunjungan kerja ini beberapa kepala SKPD diikutsertakan.

Sorotan kunjungan kerja dewan terhormat itu menggunakan uang rakyat melalui dana APBD. Entah berapa kali dalam setahun, para wakil rakyat ini melakukan kunjungan kerja. Ada yang namanya orientasi, Bintek, Pertukaran informasi dan pengkajian antar daerah, belum termasuk kunjungan kerja ke dapil masing-masing.

Berbeda dengan Anggota DPRD pada periode bergulirnya reformasi hingga 2004 lalu, kunjungan kerja hanya satu kali keluar Provinsi Jambi, yang namanya studi banding dan kunjungan Reses ke Kecamatan dua kali dalam satu tahun anggaran.

Dari penuturan Sekwan Tanjabbar beberapa lalu, bahwa anggaran perjalanan dinas anggota DPRD tahun 2014 berkisar Rp 4 miliar. Dia mengatakan, anggaran perjalanan dinas dewan tidak ada peningkatan beberapa tahun terakhir. Namun pernyataan sekwan itu, tidak diperkuat dengan data yang tercantum dalam plafon anggaran anggota dewan.

Menurut hemat kami, kunjungan kerja dewan terhormat yang lebih dari satu kali keluar daerah Jambi sudah tentu memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Tanjab Barat.

Harapannya, ada peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun kita sendiri belum merasakan hasil pembangunan dari kunjungan dewan itu. Buktinya, listrik masih sering padam, Rumah Sakit Jantung di Terjun Jaya, Desa Pematang Lumut, pembangunannya Menelan Milyaran Rupiah itu hanya difungsikan untuk UGD. Belum ada perjuangan wakil rakyat yang mementingkan kepentingan rakyatnya.

Begitu juga soal air bersih yang menjadi PR bagi Pemerintah Kabupaten Tanjabbar. Uniknya, setiap Bupati yang memimpin di daerah ini menggelontorkan program pembangunan air Bersih namun sampai saat ini, masyarakat Kualatungkal belum menikmati air bersih yang layak, apalagi untuk keperluan minum dan memasak.

Terakhir kita ketahui Pembangunan Intek Air Bersih Multiyears Tahun 2008-2010 menelan dana Rp 250 milyar lebih lebih hingga saat ini tidak terealisasi, bahkan mega proyek ini ditangani penegak hukum.

Beberapa catatan diatas, harusnya disikapi oleh wakil rakyat. Sudah sepantasnya, para anggota parlemen ini memerhatikan, memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat sesuai fungsinya sebagai Legislasi, anggaran dan pengawasan.

Kita harapkan, di masa mendatang para anggota dewan terhormat periode 2014-2019 yang berjumlah 35 orang itu berperan aktif terhadap proses pelaksanaan pembangunan di Daerah ini dan Menperjuangkan Aspirasi Masyarakat.(*)





Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement