TANJABBAR (halosumatera.com) – Masih banyak jalan rusak di pelosok desa, menjadi perhatian khusus. Pasalnya, pemerataan pembangunan menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi di suatu desa.
Hal ini ditegaskan Calon Bupati Tanjabbar Mukhlis sat berkunjung di Desa Mekar Jati, Kecamatan Pengabuan, Rabu (14/10).
Kata mantan Sekda Tanjabbar ini, peningkatan ekonomi di desa, harus didukung akses infrastruktur jalan yang memadai dari satu desa ke desa lainnya dan menuju kelurahan sampai kecamatan.
“Muklis-Supardi akan menjadikan jalan desa beton tanpa becek lagi tanpa terkecuali. Kami ingin melanjutkan program pembangunan yang sudah ada. Tetapi kami juga menciptakan inovasi baru, salah satunya membangun infrastruktur desa beton. Seluruh desa di Tanjabbar wajib jalan desanya bisa dilalui. Ini prioritas kedepan," kata Muklis.
Menurutnya, pembangunan jalan desa beton sangat mudah diwujudkan apalagi dengan program Satu Miliar Satu Desa per tahun. “Sangat naif kalau itu tidak bisa kami selesaikan," ujarnya.
Dengan total 114 desa di Tanjabbar, pembangunan jalan beton dapat dilakukan secara bertahap selama lima tahun.
”Dalam setahun kami bisa menganggarkan Rp 1 Miliar per desa per tahun dan kalau rata-rata maka kita hanya perlu anggaran Rp 114 Miliar saja," ujarnya.
Dikatakannya, dalam setahun memerlukan sekitar Rp 1,5 triliun untuk keperluan belanja pembangunan di Tanjabbar, sehingga ke depan masih banyak hal yang perlu dituntaskan dengan memaksimalkan anggaran yang ada.
”Kita bisa kalau kita mau. Yang namanya membangun jalan itu paling mudah dan gampang. Jadi, program ini salah satu yang kami perjuangkan," ujarnya.(*/nik)
TANJABBAR – Proyek Pintu Air yang menelan anggaran Rp 4 Miliar di Parit 10 Desa Tungkal I disorot. Proyek ini dianggarkan melalui Dinas PUPR Tanjabbar ber
JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi menerbitkan Surat Edaran Nomor 3280/ SE/ DISBUDPAR - r.1/ XII/2025 tentang Penyelenggaraan Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di P
TANJABTIM - Perkara dugaan penghinaan yang melibatkan Nur Salamah binti Muhammad Natsir sebagai Penggugat dan Mardiana alias Yana binti H.M. Nur sebagai Terguga
BUNGO - Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan Pertama yang diselenggarakan oleh DPC PERADI Bungo Tebo (Bute) yang bekerja sama dengan Pascasarjana
MEKKAH – Empat Eks Napiter Jambi akhirnya melaksanakan kegiatan umrah di tanah suci. Mitra binaan Satgaswil Jambi Densus 88 AT Polri ini dibiayai oleh Pem