Bupati Ajukan Penambahan APL seluas 490 Ribu Hektare di Tanjabbar


Minggu, 25 September 2016 - 22:02:24 WIB - Dibaca: 1484 kali

Warga di Kecamatan Betara Memanfaatkan Lahan Kosong untuk Pertanian.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Minimnya lahan pertanian yang bisa digarap masyarakat mulai disikapi berbagai pihak. Pemkab Tanjab Barat tengah mengajukan usulan penambahan lahan pertanian melalui pengembalian 490 ribu hektare lahan Areal Pengguna Lainnya (APL).

Bupati Tanjab Barat Safrial mengajukan usulan kepada pemerintah pusat untuk meminta pengembalian lahan areal penggunaan lain (APL).

“Kita sudah mengusulkan beberapa kawasan hutan menjadi areal pengguna lainnya, sehingga bisa dijadikan lahan pertanian," tutur Safrial.

Dalam pengajuan tersebut, Bupati berharap respon positif dari Presiden agar bisa membantu pengembangan pertanian di Kabupaten Tanjab Barat.

"Mudah-mudahan apa yang kita upayakan direspon oleh Presiden," sambung Safrial pada acara dialong sambang tani dan tanam perdana padi di arel perluasan sawah di RT 08, Dusun Betara 8, Desa Terjun Jaya, Kecamatan Betara.

Menurut Safrial, kebijakan penambahan lahan perlu dilakukan menyusul semakin sempit lahan pertanian di daerah itu.

Sebaliknya, Bupati meminta warga agar memanfaatkan semua potensi yang ada menjelang usulan penambahan lahan disetujui pemerintah pusat.

Safrial menegaskan peningkatan pertanian merupakan visi misi jangka panjang dalam pembangunan Kabupaten Tanjab Barat hingga lima tahun kedepan.

Untuk ini, pemerintah juga menggandeng berbagai pihak diantaranya TNI dan Polri untuk bersama-sama meningkatkan ekonomi melalui peningkatan pertanian.

"Kita apresiasi kinerja Kodim yang turut berperan aktif mendukung para petani. Progam ini sangat bagus terutama dalam tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama petani," tegas Safrial.

Sementara, Kasdim 0419/ Tanjab Mayor Inf Firdaus mengatakan niatan TNI untuk membantu swasembada pangan dengan pembukaan lahan baru. Hal ini sejalan dengan aktivitas masyarakat Tanjabbar yang sebagian besar bercocok tanam.

“Dengan luas tanah mencapai 48 hektare di Terjun Gajah, dengan bibit Toba Lokal tentu padi yang dihasilkan akan melimpah, dan juga kondisi cuaca saat ini sangat mendukung diperkirakan 4,5 bulan kedepan sudah panen,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan kedepanya pihaknya akan melakukan pendampingan hingga panen termasuk pemberian bantuan pemupukan dan perawatan agar petani bisa menghasilkan padi yang berkualitas.(*)

Penulis : Ded

Editor    : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement