500 Hektare Sawah di Desa Kepayang Terancam Gagal Panen


Kamis, 21 April 2016 - 09:20:49 WIB - Dibaca: 1895 kali

Sawah Petani di Desa Kepayang Kecamatan Senyerang Terserang Hama Wereng.(dir/IT) / HALOSUMATERA.COM

SENYERANG - Sedikitnya 500 hektare sawah petani di Desa Kepayang Kecamatan Senyerang terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman padi banyak yang rusak akibat terserang hama wereng.

Wabah wereng yang menyerang berdampak pada penurunan produksi beras di desa setempat.

Informasi yang dirangkuminfotanjab.com, Rabu (20/4), sawah seluas 500 hektare ini dikelola enam kelompok tani.

"Di tahun ini kemungkinan besar sawah kita terancam gagal panen," kata salah seorang petani.

Terpisah, Kepala Desa Kepayang, Kasrun tak menampik, jika sawah petani di desanya terserang hama wereng.

Padahal, kata dia, tahun lalu desanya menjadi sentra lumbung beras, khususnya di Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjabbar. 

"Tahun sebelumnya kecamatan kita mendapat penghargaan sebagai lumbung padi yang sukses dalam tata kelola pertanian," kata Kasrun.

Kasrun pesimis, tahun ini Desa Kepayang sukses meraih predikat lumbung beras di Kecamatan Senyerang.

"Kemungkinan besar tahun ini tidak bisa meraih penghargaan tersebut mengingat wabah penyakit cekik leher dan wereng yang menyerang lahan pertanian petani di desa kita," timpalnya.

Sementara itu, Koordinator BP3K Kecamatan Senyerang, Adwin Pangestu Spt kepada infotanjab.com, Rabu (20/4), mengatakan, hanya ada satu personil yang bertugas sebagai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di dua kecamatan, Pengabuan dan Senyerang.

"Kita memang kekurangan personil, walaupun begitu kita tetap menjalankan tugas sesuai prosedur," jelasnya.

Mengenai hama wereng yang menyerang sawah petani, pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan dan telah mengirimkan obat pembasmi hama kepada petani.

Pembasmi hama yang diberikan seperti Amistartop, Darmabas dan tak lupa melakukan penyuluhan ke tiap-tiap kelompok tani.

Dikatakan dia, di Kecamatan Senyerang hanya Desa Teluk Kempas yang tidak terserang hama wereng dan penyakit cekit leher. Menurut dia, munculnya penyakit cekik leher dan hama wereng ini berawal dari bibit C-Sokan dan benih padi lokal seperti Toba, Londo dan Ketan.(*)

Penulis : Haidir

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

?TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang di

Advertorial

Memprihatinkan, Bupati Tanjabbar Bantu Pembangunan di Madrasah Syuhada UI Imam Desa Adi Purwa

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung kondisi Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman di Desa Adi Purwa, Kecamata

Advertorial

Tinjau Pekerjaan Jalur 2 Merlung, Bupati Minta Camat dan Warga Awasi Kendaraan Melebihi Tonase

TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau pekerjaan peningkatan jalan jalur dua Merlung, Jumat 12 Juni 2026. Sebelumya, jalur ini

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Apbd 2025

TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Paripurna Perta

Advertorial

1 Muharram 1448 H, Bupati Anwar Sadat Hadiri Haflah Tasyakur Al Baqiyatush Shalihat

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat,

Advertorial


Advertisement