Tukang Becak Vs Polisi Berpangkat Bripka di Jalan Pelabuhan


Senin, 29 Juni 2015 - 17:02:33 WIB - Dibaca: 2468 kali

ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL –  Seorang pengayuh becak hanya bisa terdiam, ketika dia dimarahi seorang oknum polisi berpangkat Bripka. Dia hanya bisa pasrah begitu dimaki-maki di bawah terik matahari, Senin siang.

Kejadian itu persisnya di Jalan Pelabuhan, Kualatungkal. Insiden itu bermula saat tukang becak menggedor mobil  Xenia warna hitam tanpa alasan yang jelas. Tak terima mobilnya digedor, seorang pria berseragam polisi langsung turun dari mobil dan menghampiri tukang becak untuk menanyakan maksud si tukang becak menggedor mobilnya.

Tak puas dengan jawaban si tukang becak, oknum polisi tersebut terlihat marah dan memakinya. Untuk menghindari perdebatan lebih panjang, si tukang becak yang umurnya ditaksir lebih 50 tahun itu langsung meminta maaf atas aksinya yang menyebabkan kemarahan oknum polisi tersebut.

Namun oknum polisi yang diketahui berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) tersebut terlihat masih tidak terima dengan etika baik si tukang becak yang sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan. Bahkan salah seorang saksi mata menuturkan jika polisi itu terlihat mengejar si tukang becak saat ia mencoba berjalan ke tempat yang lebih teduh.

“Kejadiannya tepat di atas jembatan dan diduga karena salah paham, tukang becak itu sudah minta maaf bahkan sampai mencium tangan oknum  polisi tersebut, namun oknum polisi tersebut masih tidak terima dan malah mengejar si tukang becak,” jelas saksi mata tersebut.

Zainuddin,  salah seorang saksi mata lainnya juga menyesalkan tindakan oknum polisi tersebut. Menurutnya seorang abdi negara yang bertugas mengayomi masyarakat harusnya memberi contoh yang baik terhadap masyarakat, bukan malah bertindak arogan seolah-olah oknum polisi tersebut yang paling benar.

“Kasihan juga lihatnya, padahal bapak tukang becak itu sudah mengaku salah dan meminta maaf  bahkan sampai berkali-kali mencium tangan polisi tersebut, harusnya lebih bisa menahan diri karena yang dihadapi masyarakat kecil, tegas boleh tetapi kesopanan juga harus dijaga, tak harus memaki-maki karena yang dihadapi sudah kakek-kakek, kalo begini kan citra polisi jadi tambah buruk di mata masyarakat,” tutur pria lajang itu.(*)

Penulis : Edo

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Wabup Katamso Pimpin Upacara Hardiknas 2026

TANJAB BARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Teluk Nilau

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., kembali meninjau lokasi k

Advertorial

Wabup Katamso Dampingi Tim Verifikasi Kementerian Kehutanan di Mangrove Pangkal Babu

TANJAB BARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., mendampingi Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indon

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Serahkan 71 Sertifikat Tanah Konsolidasi untuk Warga Teluk Nilau

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menyerahkan sebanyak 71 sertifikat tanah hasil konsolidasi kepada masyarakat Kelurahan

Advertorial

Bupati Tanjabbar Pantau Langsung TKA 2026 Tingkat SMP, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 bagi siswa tingkat Sekolah Menengah

Advertorial


Advertisement