Tiga megaproyek di Provinsi Jambi Dilaporkan Mahasiswa ke KPK RI


Rabu, 12 Februari 2025 - 15:03:39 WIB - Dibaca: 590 kali

Demisioner Korda BEM SI Jambi, Reza Kurniawan. / HALOSUMATERA.COM

JAKARTA - Adji permana dan Reza Kurniawan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Provinsi Jambi mendatangi KPK RI, Selasa, 11 Februari 2025. Mereka melaporkan tiga megaproyek yang terindikasi bermasalah di Jambi. Yakni, proyek RTH (Ruang Terbuka Hijau) Pasar Angso Duo, Proyek Multiyears Stadion Sepakbola dan Islamic Center

Diketahui, Mega proyek tersebut didanai oleh APBD Provinsi Jambi. RTH Angso Duo menghabiskan anggaran sekitar Rp 35 Miliar, stadion sepakbola sekitar Rp 250 Miliar serta Islamic Center sekitar Rp 150 Miliar. Dari tiga mega proyek Pemerintah Provinsi Jambi ini menghabiskan lebih dari 400 miliar, sedangkan sampai saat ini Provinsi Jambi kembali mengalami defisit anggaran pada APBD tahun 2025.

Adji Permana Mahasiswa UNJA mengatakan Dalam kondisi keuangan daerah yang kembali mengalami defisit ini, seharusnya Pemprov Jambi harus lebih cermat lagi dalam mengelola keuangan daerah serta mega proyek yang telah menghabiskan banyak APBD ini harus diawasi dengan ketat, jangan sampai anggaran yang telah dikeluarkan itu terbuang begitu saja.

“Tiga megaproyek ini (RTH Angso Duo, Stadion sepakbola dan Islamic Center) telah menjadi sorotan utama masyarakat provinsi jambi karena hasil dari proyek-proyek ini dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi dan perencanaan,” kata Adji Permana.

Sementara itu, Demisioner Korda BEM SI Jambi, Reza Kurniawan yang juga hadir di Gedung KPK RI mengatakan, Megaproyek ini sudah menghabiskan banyak uang negara tapi hasilnya jauh dari apa yang diharapkan.

“Contohnya RTH yang sudah seperti bangunan terbengkalai dan seperti kolam ikan jika hujan serta jalannya pun sudah banyak yang hancur. Untuk Islamic center dan Stadion sepakbola juga sampai saat ini belum selesai pengerjaannya yang seharusnya sudah harus selesai pada akhir 2024 lalu,” tutur Reza.

Sehubungan dengan hal tersebut, Aliansi Mahasiswa Provinsi Jambi telah melaporkan secara resmi kepada KPK RI terkait adanya dugaan indikasi korupsi pada 3 megaproyek tersebut.

“Kami menantang KPK RI apakah berani untuk dapat turun langsung memeriksa tiga proyek tersebut, karena sampai saat ini belum ada satupun aparat penegak hukum yang berani memeriksa proyek tersebut. jika tidak ada tindaklanjut mengenai laporan kami maka kami akan melakukan aksi demonstrasi di Provinsi Jambi dan KPK RI pada saat pelantikan serentak kepala daerah agar persoalan ini dapat segera diselesaikan,” ujar Reza Kurniawan.(*/red)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement