MUARASABAK-Adanya rencana pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung di Kabupaten Tanjab Timur menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jambi. Hal ini diungkapkan oleh gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Mendahara beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, pembangunan ujung jabung merupakan prioritas pembangunan Provinsi Jambi hingga 2020.
"Fokus utama saya adalah ujung jabung, pengembangan Pelabuhan Samudra," ujar HBA kepada sejumlah wartawan.
Untuk merealisasikan itu, pemerintah provinsi sudah melakukan perencanaan yang matang. Tidak hanya pembangunan dermaga yang menjadi perhatian, namun pemerintah provinsi juga akan menganggarkan dan untuk membangun trase jalan dan jembatan. Termasuk juga pembebasan lahan.
Pada 2014 ini, Pemprov Jambi menganggarkan dana sekitar Rp 90 miliar untuk pembukaan pelabuhan dan sekitar Rp 100 miliar untuk pembangunan trase jalan termasuk pembebasan lahan.
Menurutnya, untuk menyukseskan pembangunan ujung jabung, Pemprov Jambi sudah melakukan perencanaan yang matang hingga 2020 mendatang.
HBA menjelaskan, Pelabuhan Ujung Jabung ini merupakan impian masyarakat Jambi, khususnya Tanjungjabung Timur. Kehadiran pelabuhan samudra ini nantinya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat Tanjungjabung Timur.(*)
Editor: Andri Damanik
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata