MUARASABAK – Untuk menjamin kesehatan nelayan di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung, Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah mengusulkan ke Kementerian Kelautan agar para nelayan mendapatkan jaminan kesehatan dalam bentuk Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tanjabtim, Ahmad Riadi Pane ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/2) mengatakan, bantuan asuransi kesehatan diprioritaskan bagi nelayan miskin.
”Nelayan akan mendapat premi dan untuk penyetoran kalau disetujui akan ditanggung oleh kementerian, karena akan dibayarkan langsung oleh kementerian perikanan,” kata Ahmad Riadi.
Dia menjelaskan, nelayan yang terdata di Tanjabtim mencapai 3.000 kepala keluarga (KK). Hanya saja, belum bisa dipastikan, apakah seluruh nelayan yang terdata bisa didaftarkan sebagai pasien BPJS atau sebaliknya.
"Karena masih dalam proses di kementerian. Sekarang kita masih menunggu tindak lanjut dari pusat," tutur dia.
Dikatakan, nelayan yang akan mendapatkan bantuan jaminan sosial tidak perlu lagi membayar bulanan BPJS,”Jadi masyarakat hanya memegang kartu saja, sehingga nanti bisa klaim, asuransinya dijamin oleh kementrian," jelas dia.
Nelayan yang mendapatkan bantuan BPJS ini masuk dalam pelayanan kesehatan kelas III.(*)
Penulis : Joni Hartanto
Editor : Andri Damanik
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata