Nelayan di Kualatungkal Kesulitan BBM untuk Melaut, Harga Eceran Tembus Rp 14 Ribu per Liter


Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:37:39 WIB - Dibaca: 91 kali

Nelayan di Kabupaten Tanjab Barat kesulitan BBM untuk Melaut.(*/Net) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR - Nelayan di Kabupaten Tanjabbar Provinsi Jambi mengeluhkan kelangkaan BBM jenis solar. Hal ini akan berdampak dengan pendapatan nelayan di wilayah setempat. 

Nelayan di Kualatungkal, kadang harus antre di SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan) Parit V. Bahkan BBM solar di SPBN tersebut sering habis.

Ketua Kelompok Nelayan BERKAH Ambo Upek kepada wartawan mengeluhkan kelangkaan solar.

" Biasanya nelayan beli solar di SPDN Parit V,Kuala Tungkal. Hanya saja, ketersediaan solar di SPDN tersebut terbatas dan sering kosong. Tentunya kebutuhan solar untuk nelayan tidak terpenuhi secara rutin," kata Ambo Upek.

Kata dia, kondisi ini menjadi kendala bagi anggota kelompok nelayan dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan, mengingat solar merupakan salah satu kebutuhan utama untuk mengoperasikan kapal dan peralatan melaut.

Karena Solar habis di SPDN, nelayan harus mencari minyak eceran dengan harga selangit. Kata Ambo, nelayan harus membeli solar eceran seharga Rp14.000 per liter. 

" Harga tersebut dinilai cukup memberatkan karena meningkatkan biaya operasional nelayan secara signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian nelayan memilih untuk mengurangi atau bahkan tidak melaut, karena biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli BBM tidak sebanding dengan hasil tangkapan yang diperoleh," ujar Ambo.

Apabila kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, dikhawatirkan akan berdampak terhadap berkurangnya pasokan ikan di pasaran. Berkurangnya aktivitas melaut dapat menyebabkan ketersediaan beberapa jenis ikan menjadi semakin terbatas, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga ikan serta kemampuan nelayan dalam memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Kuala Tungkal dan sekitarnya.

Ditambahkan Ambo, nelayan juga mencari jalan alternatif lain dengan membeli solar di SPBU yang ada di Kualatungkal. Hanya saja, nelayan tidak berhasil membeli di SPBU.

" Para nelayan sering mengalami kendala dan tidak selalu mendapatkan pelayanan untuk pembelian solar sesuai dengan kebutuhan mereka. Kondisi tersebut terkadang menimbulkan ketegangan atau perselisihan antara pihak SPBU dengan para nelayan, terutama ketika para nelayan berada dalam kondisi kesulitan memperoleh BBM untuk menunjang aktivitas melaut. Para nelayan pada dasarnya berharap dapat memperoleh BBM melalui SPBU yang berada di wilayah Kuala Tungkal sebagai salah satu alternatif apabila pasokan solar di SPDN tidak tersedia, " harap Ambo. (*)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial


Advertisement