Menyoal Perbedaan Data Survei dalam Pilgub Jambi


Selasa, 03 November 2020 - WIB - Dibaca: 840 kali

Dr Noviardi Ferzi SE MM / HALOSUMATERA.COM

Ditulis: Dr Noviardi Ferzi SE MM

Fenomena itu terjadi, jelang pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jambi pada pilkada serentak 2020 ini lembaga survei seolah turut terbelah.

Bagi lembaga survei, hajatan pilkada ibarat pisau bermata dua. Pada satu sisi sebagai panggung strategis untuk menampilkan eksistensi lembaga, namun pada sisi yang lain bisa menjadi tantangan dalam menjaga kepercayaan akan kredibilitas mereka.

Meski musiman, masalah survei sebenarnya publik Jambi sudah banyak belajar dari momentum pilkada sebelumnya, mereka secara naluri tahu survei yang dibuat untuk pemetaan strategi atau hanya untuk propoganda atau juga mungkin survei yang dibuat sebatas cerita penghias ruang publik seperti media sosial dan lainnya.

Lalu bagaimana dengan data survei yang kerap berbeda - beda satu sama lainnya. Sebagai praktisi, saya melihat hasil survei bisa berbeda - beda satu sama lainnya, dan ini bukan sesuatu yang mustahil, justru amat dimungkinkan. 

Perbedaan ini karena setiap lembaga survei punya metode berbeda. Metode itu bisa berdampak pada hasil akhir. Selain itu, perbedaan waktu pengambilan data. Terutama di daerah-daerah yang masyarakatnya dinamis, seperti Kota Jambi. Selisih waktu sedikit saja, itu sudah membuat perbedaan opini publik. 

Sejatinya survei adalah potret opini publik dan diyakini dilakukan secara objektif. Akan tetapi, jika publik meragukan hasilnya, kita pun sebagai praktisi menilai sebagai hal yang wajar pula. 

Terlepas dari semuanya, dinamika pilkada hari ini tidak bisa dilepaskan dari kehadiran lembaga survei yang memiliki peranan cukup strategis. Meski tidak berada di ranah politik praktis, tetapi efek yang ditimbulkan bisa saja memengaruhi publik dalam menentukan pilihan politik.

Atas dasar peran ini lembaga survei tidak boleh bekerja serampangan. Ada banyak etika, prinsip, dan ketentuan yang mesti dijaga. Termasuk di antaranya adalah soal integritas, transparansi, dan independensi.

Merujuk Robert M. Worcester (ed), dalam Political Opinion Polling: An International Review (1983) menegaskan, survei pendapat publik tidak bekerja untuk mengadvokasi kebijakan atau subyek tertentu. Survei yang dilakukan, semata-mata demi menghasilkan informasi obyektif sekaligus subyektif yang diperoleh secara sistematis dan obyektif pula. 

Dalam beberapa kasus data yang dihasilkan dari ketidak-matangan metodologi survei, serta posisi yang cenderung partisan diyakini akan berpengaruh pada kepercayaan publik kepada lembaga tersebut. Sebaliknya, tanpa publik yang piawai dan kritis, manipulasi survei amat mungkin melenggang dan merusak tatanan yang sudah demokratis. 

Akhirnya kita meyakini pada saatnya masyarakat yang menjadi pemenang dalam pilkada Desember 2020 nanti, kita tentu berharap dalam endingnya masyarakat Jambi bisa meraih keberkahan, Wassalam.(***)

 

 

 

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement