Kok Pembangunan Kantin Pasar Serindit Disoal? Baca Berita Ini


Sabtu, 18 November 2017 - 07:40:38 WIB - Dibaca: 1510 kali

Kantin Pasar Serindit Kecamatan Pengabuan Menggunakan Dana Desa tahun 2017 / HALOSUMATERA.COM

PENGABUAN - Pembangunan kantin pasar menggunakan alokasi Dana Desa tahun 2017 milik Pemerintah Desa Sungai Serindit, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi mendapat protes dari warga setempat.

Warga menilai lokasi didirikannya kantin tersebut tidak sesuai dengan keinginan pemilik tanah sebelumnya almarhum H Muhammad alias H Kancil, yang mewakafkannya untuk jalan menuju akses rumah putih (nama lokasi di salah satu wilayah Desa Sungai Serindit).

Hal ini diungkapkan langsung oleh salah seorang warga Desa Sungai Serindit sekaligus cucu dari Alm H Kancil, Zainuddin.

"Yang kami prioritaskan adalah jalan untuk menyeberang ke rumah putih. Jadi saya selaku cucu dari punya tanah tersebut kemarin setelah kebakaran (puluhan tahun lalu) itu diwakafkan untuk penyeberangan rumah putih. Kalau dahulu maklum tidak ada hitam putih. Dia kalau sudah ngomong wakaf ya wakaf untuk jalan," kata Zainuddin kepada wartawan, baru-baru ini.

Selain itu, kata Zainuddin, dalam pembangunan kantin tersebut, ada kejanggalan lantaran tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak keluarga dari Alm H Kancil dan warga sekitar.

"Dan juga diwaktu pembangunan kantin tersebut, Kepala Desa beserta Sekdes dan PPK nya tidak pernah berkordinasi kepada kami selaku ahli waris apalagi kepada masyarakat," jelas Zainuddin.

Selaku warga Zainuddin mengaku kecewa dengan sikap dan tindakan Kades Sungai Serindit yang dinilainya arogan serta merasa menjadi tangan besi.

Dikatakannya pula, selain dibangun di atas tanah wakaf, bangunan yang bakal menghabiskan uang sebesar hampir Rp 300 juta itu dinilai kurang bermanfaat serta mengenai bubung rumah warga yang ada disamping kanan kiri bangunan.

"Dari masyarakat sebenarnya merasa senang kalau diadakannya kantin ataupun los untuk pasar atau pekan disini pada hari Rabu.
Tetapi setelah dibangun masyarakat merasa sebagian itu tidak senang. Pertama lokasinya tidak begitu mengizinkan untuk dibuat los. Yang kedua lokasi kantin ini jauh dari bongkar muat para pedagang, sebab umumnya di Serindit ini bongkar muat pedagang melalui sungai bukan jalur darat. Terlalu jauh,"ujarnya.

Ia menyatakan, sejak puluhan tahun lalu, pasca terjadinya kebakaran hebat di Desa Sungai Serindit, sebagian besar para pedagang lebih memilih untuk angkat kaki.

"Tidak ada pernah lagi membludak pedagang-pedagang tersebut karena jalan lintas timur sudah tembus. Jadi pasar di seberang sana Desa Parit Pudin, Desa Parit 12 pada umumnya ke sini. Setelah adanya jalan tembus mereka punya pasar sendiri. Paling banyak pedagang hanya lima orang. Itupun masih banyak los atau kios di pasar Serindit ini yang masih kosong. Harusnya pembangunan kantin ini jangan terlalu diprioritaskan,"tutur Zainuddin.

Selain persoalan pembangunan kantin, Zainuddin juga menyoroti sikap Kades dan Sekdes Desa Sungai Srindit yang selalu lebih memprioritaskan pihak keluarga keduanya dalam setiap pengerjaan  proyek-proyek Dana Desa.

Sementara itu Kades Sungai Serindit, Saman membantah keras jika bangunan kantin pasar di Desanya itu dibangun diatas tanah wakaf warga.

Dikatakannya, bangunan tersebut dibangun di atas tanah milik Pemerintah Desa Sungai Serindit. Pasalnya setelah adanya musibah kebakaran puluhan tahun lalu tanah tersebut resmi milik Desa.

"Itu bukan ditanah wakaf masyarakat. Itu awalnya memang tanah kantinlah, sebelum kebakaran jalan yang kearah rumah putih itu jalannya di tengah-tengah kantin, jadi setelah kebakaran masing-masing masyarakat yang ada disitu menghibahkan tanahnya setengah meter-setengah meter, jadi ketemulah tanah wakaf yang aslinya itu simpang yang kearah dermaga biru. Jadi yang kedua adalagi wakaf yang kurang lebih nya 50 meter dari kantin yang ada ini. Jadi itu aslinya tanah kantin sejak tahun 90 an hingga 94 lalu,"ungkap Saman.

Saman juga membantah jika pekerjaan Dana Desa sebagian besar dikerjakan oleh keluarga maupun orang dekatnya sendiri, padahal semua pekerjaan Dana Desa selama ini dikerjakan dengan cara swadaya masyarakat setempat.

"Yang kerja itukan masyarakat (Desa Sungai Serindit), orang kampung tengah, pasar, orang rumah putih. Siapa yang bilang bukan masyarakat. Ya sebagian kecil ada (pekerja dari pihak keluarganya), sebagian besar ndak juga. Kalau kita ambil nanti yang bekerja nya basing-basing dan ternyata pekerjanya gak bagus nanti kita juga yang disalahkan," tandas Saman.(*/cr-02)

Editor : Andri Damanik

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

?TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang di

Advertorial

Memprihatinkan, Bupati Tanjabbar Bantu Pembangunan di Madrasah Syuhada UI Imam Desa Adi Purwa

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung kondisi Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman di Desa Adi Purwa, Kecamata

Advertorial

Tinjau Pekerjaan Jalur 2 Merlung, Bupati Minta Camat dan Warga Awasi Kendaraan Melebihi Tonase

TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau pekerjaan peningkatan jalan jalur dua Merlung, Jumat 12 Juni 2026. Sebelumya, jalur ini

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Apbd 2025

TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Paripurna Perta

Advertorial

1 Muharram 1448 H, Bupati Anwar Sadat Hadiri Haflah Tasyakur Al Baqiyatush Shalihat

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat,

Advertorial


Advertisement