Kemacetan di Jalan Asia, PR yang Membosankan


Senin, 04 Juli 2016 - 22:40:05 WIB - Dibaca: 2449 kali

Kemacetan Lalulintas di Jalan Asia, Kualatungkal.(Mus/IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Jelang lebaran, sejumlah titik rawan kemacetan lalulintas di dalam kota, tak bisa terbendung. Ruas jalan yang setiap tahun menjadi langganan macet adalah Jalan Asia dan Jalan Kemakmuran.

Meski ada petugas yang kerab mengatur lalulintas, tumpukan kendaraan dan jalur dua arah membuat macet semakin parah.

Terpantau, Senin Siang, lokasi ini begitu padat kendaraan. Apalagi, mobilitas kendaraan dari arah pelabuhan speedboat, menambah kemacetan panjang.

Petugas dari Dishub Tanjabbar dan Polres Tanjabbar begitu tampak kewalahan mengatasi kemacetan tersebut.

Tak hanya itu, langganan macet juga terjadi di sekitar Masjid Raya Al Muttaqin. Para pedagang yang menggelar lapak di sayap kiri jalan, menghadapi ramainya pengunjung dan pembeli.

Pengguna jalan dari arah depan masjid Raya pun terlihat sangat sulit terurai dalam jebakan kemacetan yang terjadi, ada becak memaksa melampau pengendara sepeda motor begitupun sebaliknya pengendara roda empat tidak sabar menggunakan otoritasnya membunyikan klakson yang memekakkan teliga.

Namun di tengah semrawutnya kondisi ini dari arah depan Masjid  Raya tiba-tiba terjadi bunyi ledakan yang mengejutkan banyak orang dengan  gerak replek orang-orang mulai  mencari sumber bunyi ledakan tersebut.

Ternyata bukan bom atau granat yang meledak, sebuah mobil yang tidak diketahui nomor polsi kendaraan tersebut, pecah ban. "Oh mobil itu pecah ban,"  gumam seorang pria yang duduk di atas sepeda motor dan  tengah terjebak dalam kemacetan tersebut.

Sesaat setelah bunyi ledakan itu orang-orang  tengah berbelanja melanjutkan kembali keasyikannya berbelanja di pasar obral.

Semua orang terlihat sempat terusik sejenak dengan bunyi yang tidak biasa, kekagetan diwajah belum hilang namun suasana macet belum juga terurai, mobil yang mengalami pecah ban mungkin akan tetap menjadi sumber pembawa macet.

Dilokasi ini jika tidak ada upaya menyingkirkannya dari sana, entahlah, orang-orang tidak penuh, pengendara tetap  memaksa keluar dari kebisingan dan kepadatan manusia di sekitarnya.

Anehnya aparat keamanan baik Satpol PP, Satgas Dishub dan Polantas tidak terlihat menurunkan bantuan pengamanan masyarakat terhadap kondisi ini, bagaimana jika ledakan yang membahayakan benar-benar terjadi, apa jadinya? (*)

Penulis : Musdalifah

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Kapolda Jambi Dianugerahi Gelar Adat Adipati Utamo Siginjai Sakti

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G

Berita Daerah

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah


Advertisement