Jembatan Sei Landak, Ahmad Jahfar : Dulu Saya yang Dorong dan Usulkan


Kamis, 29 Oktober 2020 - WIB - Dibaca: 917 kali

Jembatan Sei Landak di Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjabbar Provinsi Jambi, Terhenti Pembangunannya.(*/HS) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR (HS) - Jembatan beton yang tertunda pembangunannya di Desa Sei Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjabbar, dibangun menyesuaikan kondisi Medan. Jembatan sengaja dibangun tinggi, karena berada di wilayah rawa.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Ahmad Jahfar kepada halosumatera.co, Kamis (29/10/20).

Menurut politisi Partai Golkar ini, perencanaan jembatan ini sudah benar. Hanya saja oprit dan penimbunan jalan belum dikerjakan.

"Jembatan itu bukan salah perencanaan. Perencanaan sudah benar hanya tidak selesai karena oprit dan penimbunan jalan belum juga dikerjakan. Jika badan jalan sudah ditimbun maka jembatan jadi tidak tinggi. Kita ini wilayah rawa. Kalau tak dibuat tinggi dan ditimbun maka akan tenggelam di lantak air pasang," kata Jahfar melalui pesan WhatsApp.

Jahfar mengaku, dirinya terlibat dalam pengusulan pembangunan jembatan yang menghubungkan Provinsi Riau ini.

"Ke PU provinsi. Ketika itu Arfan. Belum selesai keburu ditangkap KPK. Lalu sampai sekarang tak dikerjakan dan diselesaikan," ujarnya.

Jahfar juga membandingkan Jembatan Sei Landak ini dengan jembatan Parit VII. Sebelum selesai diprotes lantaran ketinggian. "Dulu dibilang ketinggian, setelah badan jalan ditimbun kan jadi pas," katanya.

Jahfar berharap, jembatan ini bisa diselesaikan, agar akses jalan ke Riau bisa segera diselesaikan. Terkait jembatan darurat yang dibuat warga, Jahfar menyatakan jembatan itu memang sudah ada dari dulu untuk dilewati warga.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Faisal Riza ST MM, mengaku telah turun ke lokasi bersama Dinas PUPR Jambi. Dia membenarkan jika jembatan ini dibangun pada 2017 dan terhenti pembangunannya.

Terkait jembatan mangkrak ini, Komisi III sudah membahasnya dan diupayakan untuk dilanjutkan pada anggaran tahun berikutnya. Diperkirakan anggaran lanjutan sebesar Rp 2 miliar untuk perkerasan dan oprit jembatan tersebut, dari Simpang Desa Sei Landak.

"Masalah ini sudah kami bahas di komisi 3 dan akan segera dilanjutkan. Sekarang belum final masih dalam pembahasan untuk anggaran 2021," ujarnya.(*/dir/nik)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Kapolda Jambi Dianugerahi Gelar Adat Adipati Utamo Siginjai Sakti

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G

Berita Daerah

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah


Advertisement