KUALATUNGKAL – Ada tiga jalur mudik yang dianggap rawan dan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tanjabbar. Tiga jalur tersebut adalah transportasi sungai dan laut, jalur Tungkal – Jambi dan Lintas Timur (Simpang 35 – Selensen).
Tiga rute ini, Kata Firdaus Khatab, Peltu Sekda Tanjabbar, harus mendapatkan perhatian lebih dan melibatkan pihak kepolisian dan jajarannya.
Untuk itu, Pemkab akan senantiasa memberikan rasa aman bagi pemudik yang melintas di tiga rute tersebut.
Untuk jalur Tungkal – Jambi, Pemkab telah memerintahkan camat setempat untuk standbye dan mendirikan posko kesehatan, bila terjadi kecelakaan.
Puskesmas yang ada di jalur ini harus standbye bila terjadi lakalantas. Begitu juga dengan jalur lintas timur, semua pihak mulai dari camat, kades dan puskesmas setempat harus siaga selama arus mudik.
Sementara di pelabuhan speed boat dan marina, para PO-PO harus mendirikan loket penumpang, hal ini untuk menghindari maraknya calo-calo.
“Kasihan dengan penumpang dari kapal dan speed boat. Banyak calo-calo yang merugikan mereka. Makanya kita sarankan agar dibuat loket di pelabuhan, agar penumpang merasa nyaman,” kata Bupati Tanjabbar Usman Ermulan.(*)
Editor : Andri Damanik
TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hamdani, S.E., menghadiri undangan persiapan pengamanan yang digelar secara virtual dari Mabes Polri pada
TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E., menghadiri sekaligus menyambut kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) X
TANJABBAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Paripurna Pertama Tahun 2026. Rapat paripurna tersebut dipimpi
TANJABBAR – Dalam rangka Safari Ramadhan Anggota DPR RI Syarif Fasha ke Kabupaten Tanjabbar, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Bara
JAKARTA – Memastikan penyelesaian konflik tapal batas antara Kabupaten Tanjabbar dan Tanjabtim, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani turut mendampingi Wakil Bupati Ta