Dilarang Pakai Trawl, Nelayan Demo ke Kantor Satker Pengawasan Kelautan dan Perikanan


Senin, 14 Desember 2015 - 20:50:22 WIB - Dibaca: 2324 kali

Demo Nelayan di Kantor Satker Pengawasan Kelautan dan Perikanan Wilayah Tanjabbar.(IT) / HALOSUMATERA.COM
KUALATUNGKAL - Ratusan nelayan dan Aktivis HMI Tanjabbar mendatangi kantor Satker Pengawasan Kelautan dan Perikanan Wilayah Tanjabbar di PPI Parit VII, Senin pagi (14/2). 
 
Aksi ini dipicu adanya larangan penggunaan alat tangkap trawl atau disebut juga dengan pukat hela (pukat harimau mini,red) sebagaimana dalam surat Keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
 
Adanya larangan ini, nelayan tidak berani melaut dalam sebulan terakhir.
 
Suasana sempat memanas, saat Kepala Satker Pengawasan Keluatan dan Perikanan, Junet FM Ambarita mencoba memberikan keterangan soal larangan tersebut. Kepala sarker hanya bisa diam tanpa memberikan respon saat pendemo melontarkan umpatan dan caci maki.
 
Demonstran menilai kinerja satker kelautan tidak becus dalam memberikan pembinaan terhadap nelayan.
 
Sulaiman, salah seorang nelayan yang ikut berunjuk rasa ‎menilai
bahwa larangan tersebut tanpa ada sosialisasi dan tidak memberikan
solusi yang baik kepada nelayan.
 
Bukti tidak adanya sosialisasi terkait larangan tersebut, ditandai
dengan ditangkapnya tiga kapal nelayan oleh pihak Satker Pengawas Kelautan dan Perikanan Kualatungkal sekitar tiga minggu
lalu.
 
"Sampai sekarang ketiga kapal tersebut masih ditahan. Silakan
saja melarang kami menggunakan jaring pukat hela, tapi tolong beri
kami solusinya," sebutnya.
 
Dalam orasinya, Aktivis HMI Tanjabbar, Hamka yang bertindak sebagai koordinator unras, menyebutkan bahwa dari hasil investigasi ditemukan sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan sudah takut melaut akibat larangan tersebut.
 
Sebagai wujud protes atas aturan itu, HMI bersama nelayan mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan segera memberikan solusi terhadap kelangsung hidup nelayan di wilayah perairan Provinsi
Jambi. Dan juga mendesak kementerian kelautan untuk memecat seluruh
satuan kerja pengawasan keluatan dan perikanan wilayah Tanjab Barat karena tidak mampu membina dan melakukan pengawasan.
 
"Bahkan hanya menimbulkan kekhawatiran bagi para nelayan untuk turun melaut," kata Hamka.
 
Atas tuntutan tersebut, Kepala Sarker Pengawasan Kelautan dan
Perikanan Tanjab Barat  Junet FM Ambarita‎ menyarankan para
pendemo untuk berkonsultasi ke pemkab setempat dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan.
 
"Soal itu, bukan wewenang saya. coba bapak-bapak semua
konsultasi ke pemda setempat," ungkapnya.
 
Usai mendapat penjelasan ini, meski dengan raut wajah yang tidak puas, masa pun akhirnya membubarkan diri.(*)
 
Penulis: Edison
Editor   : Andri Damanik
 



Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pesan Penting Amanat Kapolri dalam Operasi Ketupat 2026 yang Dibacakan Kapolda Jambi

JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan  Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/

Berita Nasional

Fitri Amalia PFI Jambi: Bijak Bermedsos, Saring Informasi Sebelum Sharing

JAMBI - Saat ini sebaran berita Hoaks menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus bisa menahan diri dengan segala hasutan dan godaan berita yang memprovokasi. H

Opini

Pemkab Tanjabbar dan Kejari Resmi Perpanjang MoU, Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memperpanjang kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat melalui penandatan

Advertorial

Pemkab Tanjab Barat Safari Ramadan di Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

TANJABBAR - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan bertepatan dengan 15 Ramadhan di Masjid Zahratussaadah, Desa Sungai

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Sambut Safari Ramadan Universitas Jambi

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menerima kunjungan Tim Safari Ramadan Universitas Jambi (UNJA) di Rumah Dinas Bupati, Juma

Advertorial


Advertisement