Ciptakan Pengering Pinang, Ide Brilian Sukardi Perlu Ditiru


Rabu, 23 Oktober 2019 - 17:02:47 WIB - Dibaca: 1492 kali

Sukardi Petani Pinang RT 07, Desa Rantau Rasau 2, Kabupaten Tanjabtim.(Dedi/IT) / HALOSUMATERA.COM

MUARA SABAK - Sebagian besar petani pinang sulit menjual cepat hasil panen dalam keadaan basah. Kondisi ini menyebabkan penghasilan yang diperoleh tidak maksimal. Petani harus melakukan pasca panen yakni pengeringan.

Cuaca yang kurang menentu dan tenaga terbatas ditambah lokasi penjemuran yang harus luas, membuat petani sulit mengeringkan hasil panen pinang miliknya. Hal ini membuat Sukardi berpikir bagaimana caranya mengeringkan pinang tanpa memakan waktu yang lama.

Infotanjab.com yang berkunjung ke rumah Sukardi di RT 07, Desa Rantau Rasau 2, melihat langsung tungku - tungku pengering pinang ciptaan Kardi. Tungku - tungku ini ada yang digunakan pribadi dan sebagian ada juga yang disiapkan untuk dijual ke masyarakat walaupun jumlahnya masih terbatas.

Pria satu anak ini mulai menekuni pembuatan pengering pinang dikarenakan pada waktu itu ada pesanan dari seorang teman. Seperti diceritakan Sukardi, waktu itu temannya menanyakan alat pengering.

“Bisa ga buat pengering pinang,” Karei menirukan perkataan temannya waktu itu.

Kardi yang sehari-hari bekerja di bengkel las milik sendiri, memberanikan diri menerima pesanan. Hal itu dilakukannya demi memberi nafkah keluarga.

Dalam membuat alat pengering pinang, ia memanfaatkan mesin diesel dan tungku besar sebagai sumber pemanasan. Mesin tersebut juga dilengkapi beberapa komponen yang dapat memberikan berbagai kemudahan pekerjaan.

“Seperti blower besar dibuat dengan menggunakan besi bekas. Tentu makan waktu cukup lama, hampir 15 hari,” ujar Kardi menjelaskan.

Pengendalian suhu pengeringan melalui perangkat, pemerataan pengeringan secara kontinu dan otomatis melalui blower dan sistem mekanik. Tungku api dan petakan segi empat untuk tempat mengeringkan pinang dengan kapasitas 2 hingga 2 ton setengah.

“Pengeringan buah pinang dengan alat seadanya ini mampu mempercepat penjualan, hasil panen, meringankan pekerjaan dan tentunya mampu meningkatkan penghasilan para petani,” sebutnya.

Proses pengeringan biasanya memerlukan waktu 2 – 3 hari dan tenaga dan lokasi dibutuhkan harus lebar sehingga penjemuran pinang tipis agar cepat kering.

“Dengan menggunakan tungku pengering ini hanya dalam waktu satu hari pinang bisa jual. Apa lagi alatnya semua terbuat dari bahan besi hingga petakan pengeringnya, pasti akan lebih cepat kering,” katanya.

Hasil pengeringan dari alat pengering milik Sukardi ini tampak memiliki kualitas yang cukup baik. Itu bisa dilihat dari pemesanan pengering ini sudah 3 unit. Satu unit warga Lambur, lalu yang lainnya warga Rantau Rasau.

“Pemesan ke-3 saya tidak tahu orang mana, yang jelas untuk luar daerah yang pesan melalui warga Lambur yang pesan pertama. Katanya buat keluarganya,” pungkas Sukardi.*/ded)

Editor : It Redaksi




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement