5 Jembatan Provinsi Memprihatinkan, Pengendara Sering Terjatuh ke Sungai


Kamis, 03 Maret 2016 - 16:11:17 WIB - Dibaca: 2306 kali

Jembatan Kayu di Kabupaten Tanjabtim.(net/IT) / HALOSUMATERA.COM

MUARASABAK – Masih ada pengendara yang mengeluh dengan kondisi jembatan yang menghubungkan jalan provinsi dari Muarasabak ke Rantau Rasau.

Masalahnya, kondisi jembatan penghubung tersebut memprihatinkan. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses masyarakat ini hanya bersifat darurat. Tidak jarang pengendara terjatuh ke sungai saat melintas dan pengendara pun harus mengantre.

Dari sepuluh jembatan provinsi yang ada sepanjang jalan Muarasabak menuju Rantau Rasau, setidaknya ada lima jembatan yang kondisinya memperihatinkan.

“Dari catatan kita, ada lima jembatan masih bersifat darurat, karena masih terbuat dari kayu,” kata Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Tanjabtim, Risdiansyah.

Dijelaskan, kondisi kelima jembatan itu memang harus diperbaiki dan dibuat permanen. “Tidak ada lagi menggunakan material kayu. Sebab, pengendara yang melintas dijalan itu cukup banyak, mengingat jalan itu merupakan penghubung ke kecematan, Rantau Rasau, Nipah Panjang,” jelasnya.

Pihaknya sering kali mengajukan bantuan ke Pemprov Jambi, agar jembatan kayu tersebut segera diperbaiki. Hanya saja belum terealisasi.

“Tahun ini janjinya tiga yang dibangun, jembatan SK 10, Jembatan Siau dan Jembatan Asoi,” lanjutnya.

Sementara itu, Andi Hasbullah Kaur Pemerintahan Desa Siau mengatakan, Jembatan Kota Raja atau yang lebih dikenal dengan jembatan siau dibangun beberapa tahun yang lalu. Sempat dilakukan perbaikan pada 2014 lalu, hanya saja karena materialnya terbuat dari kayu, kondisinya cepat rusak.

Selain kondisi yang sudah sedikit miring, pagar jembatan tidak ada. Makanya, saat kendaraan terpeleset akan langsung jatuh ke sungai.

”Di sini sudah sering terjadi kecelakaan, belum lama ini mobil yang masuk sungai karena jembatan ini,”ungkapnya.

Tidak jauh berbeda apa yang disampaikan M Tang Kepala Dusun Empat, Desa Siau dalam. Disebutkan, jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju ke Kecamatan Rantau Rasau dan Nipah Panjang. Makanya, kendaraan yang menyeberang di jembatan itu cukup ramai.

"Kita minta ini dibuat permanen, kalau dibiarkan seperti pasti berbahaya,”katanya.(*)

Penulis : Joni Hartanto

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Wabup Katamso Pimpin Upacara Hardiknas 2026

TANJAB BARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Teluk Nilau

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., kembali meninjau lokasi k

Advertorial

Wabup Katamso Dampingi Tim Verifikasi Kementerian Kehutanan di Mangrove Pangkal Babu

TANJAB BARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., mendampingi Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indon

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Serahkan 71 Sertifikat Tanah Konsolidasi untuk Warga Teluk Nilau

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menyerahkan sebanyak 71 sertifikat tanah hasil konsolidasi kepada masyarakat Kelurahan

Advertorial

Bupati Tanjabbar Pantau Langsung TKA 2026 Tingkat SMP, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 bagi siswa tingkat Sekolah Menengah

Advertorial


Advertisement